Kamis, 24 Oktober 2013

Mortir Meledak Di Pabrik Baja


Mortir Meledak di Pabrik BajaTim Gegana Brimob Polda Banten membawa serpihan mortir sisa ledakan, kamarin.
SERANG, BP - Sebuah mortir yang diduga merupakan sisa perang dunia kedua meledak di pabrik pengolahan besi baja PT PT SHIN-ANH Steel di Kawasan Industri Moderen Cikande, Desa Barengkok, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang. Ledakan tersebut membuat seorang pegawai mengalami luka berat hingga kaki kanannya putus. Sedangkan dua karyawan lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BANTEN POS, mortir berjenis proyektil keluaran 1940 buatan Amerika Serikat atau Inggris itu meledak pada pukul 14.10. Ketika itu korban Akib bin Saidi (35) yang bertugas sebagai pelebur besi di pabrik itu. Akib yang merupakan warga Kampung Kuau, Desa Warakas, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang memotong benda yang mirip tabung bersayap tersebut.
Nahas, benda tersebut tersentuh api las blender dan tiba-tiba meledak. Akibat ledakan tersebut Akib yang berada pusat ledakan mengalami luka parah hingga kaki kanannya putus. Dua karyawan lain yang berada di dekat pusat ledakan mengalami luka-luka karena terkena serpihan ledakan. Hanafi (19) Warga Kampung Kademangan Desa Sukajaya Kecamatan Pontang terkena lontaran ledakan yang melukai bagian punggung. Sementara karyawan lainnya M. Shaleh (29), warga Kampung Sentul, Desa Tambak Kecamatan Kibin terluka pada  bagian Kepala kiri.

Informasi yang dihimpun BANTEN POS di sekitar lokasi kejadian, ledakan terjadi pada pukul 14.10. Saat itu, suara ledakan terdengan hingga radius 500 meter dari sumber ledakan. Warga yang penasaran  mendengar suara keras, langsung berhamburan keluar rumah untuk mencari tahu asal ledakan.
Asroni (51), warga Desa Barengkok  menyatakan, selama ini pabrik itu memang biasa melakukan pemotongan mortir bahan baku baja. Mortir dipotong-potong menggunakan mesin blender agar pada saat peleburan tidak meledak.
“Tetapi entah kenapa, kemarin benda itu (mortir, red) meledak saat tersentuh mesin blender,” tutur Asroni.
Asroni menngungkapkan, setelah terjadinya ledakan, aparat kepolisian berdatangan ke lokasi kejadian pada pukul 15.00. tiga puluh menit kemudian, pasukan Brimob dari Polda Banten berdatangan untuk menyisir lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut dibenarkan petugas piket di Mapolsek Cikande, Bripka Ali Nurdin. Ali mengatakan Korban Akib diduga tidak mengetahui barang tersebut adalah mortir. Sehingga ia berniat memotong barang berbahaya itu. "Kami menduga, korban tidak tahu, kalau barang itu mortir, sehingga ia tidak curiga kalau barang tersebut akan meledak," ujar Ali Nurdin.
Ali Nurdin menambahkan, pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap pihak perusahaan. Rencananya, baru hari ini pihak Polsek Cikande akan memanggil pihak perusahaan untuk dimintai keterangan tentang keberadaan barang berbahaya tersebut di dalam area pabrik.
Ali juga mneyatakan saat ini Polsek Cikande sudah menyerahkan barang bukti berupa sebuah mortir kepada Brimob Polda Banten. Brimob juga telah melakukan penyisiran di dalam pabrik pengolahan baja itu  guna mensterilkan kawasan tersebut dari bahan peledak lainnya. "Kami tadi berkoordinasi dengan Brimobda, guna melakukan pengamanan terhadap barang bukti, juga mensterilkan kawasan Pabrik karena kami menduga masih ada barang lainnya yang berbahaya di pabrik itu," terang Ali Nurdin.

Lebih jauh, Ali Nurdin mengatakan, jika sampai saat ini, Akib masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Sari Asih Serang, sedangkan, dua korban lainnya sudah diperbolehkan pulang. "Dua korban sudah pulang, sedangkan yang luka parah masih menjalani perawatan, karena kaki kanannya putus," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar